Ketika Perempuan Memilih, Islam Memberi Ruang Selama Tetap Menjaga Nilai dan Tanggung Jawab

Bagikan : X

 

Perempuan yang memilih jalan karier bukanlah persoalan yang bertentangan dengan Islam selama pilihan tersebut dijalankan dengan kesadaran, tanggung jawab, dan tetap berpijak pada nilai-nilai agama. Hal itu menjadi pokok pembahasan Prof. Dr. Umaimah Wahid, M.Si dalam ceramah bertema “Ketika Perempuan Memilih Karier: Bagaimana Islam Memandangnya.”

Dalam ceramahnya, Prof. Umaimah menjelaskan bahwa Islam tidak memandang perempuan hanya dari ruang domestik semata. Perempuan memiliki kapasitas untuk berperan di tengah masyarakat, mengembangkan ilmu, bekerja, dan memberi manfaat lebih luas. Namun, pilihan berkarier tetap perlu diletakkan dalam kerangka tanggung jawab moral, keluarga, dan sosial.

Menurutnya, persoalan utama bukan pada boleh atau tidaknya perempuan bekerja, melainkan bagaimana perempuan menjalankan perannya secara seimbang. Karier seharusnya tidak membuat seseorang kehilangan orientasi spiritual, mengabaikan keluarga, atau menjauh dari prinsip kemaslahatan.

Prof. Umaimah juga menekankan bahwa perempuan perlu memiliki kesadaran diri dalam menentukan pilihan hidup. Menjadi perempuan karier maupun memilih fokus pada keluarga sama-sama memiliki nilai selama dilakukan dengan niat baik, tanggung jawab, dan tidak merendahkan pilihan perempuan lain.

“Islam tidak melarang perempuan untuk berkarier. Yang penting adalah bagaimana karier itu dijalankan dengan tanggung jawab, menjaga kehormatan, memberi manfaat, dan tidak melupakan nilai-nilai utama dalam kehidupan.”

“Perempuan memiliki hak untuk mengembangkan potensi dirinya. Tetapi hak itu perlu berjalan bersama kesadaran bahwa setiap pilihan membawa tanggung jawab, baik kepada diri sendiri, keluarga, masyarakat, maupun kepada Allah.”

“Yang perlu dihindari adalah cara pandang yang saling menghakimi. Perempuan yang bekerja tidak boleh dianggap meninggalkan kodratnya, dan perempuan yang memilih mengurus keluarga juga tidak boleh dianggap tidak produktif.”

Ceramah ini menegaskan bahwa Islam memberikan ruang bagi perempuan untuk berperan dalam berbagai bidang kehidupan, termasuk dunia karier. Namun, ruang tersebut perlu dijalani dengan keseimbangan, etika, dan orientasi ibadah. Dengan demikian, pilihan perempuan untuk berkarier dapat menjadi bagian dari kontribusi sosial sekaligus jalan pengabdian yang bernilai di hadapan Allah.

 

Tidak ada komentar

Posting Komentar