Indramayu, Menanamkan kemandirian pada anak usia dini bukan sekadar melatih mereka melakukan aktivitas harian secara personal, melainkan upaya membangun fondasi karakter yang kokoh. Hal inilah yang menjadi fokus utama RA Al-Washliyah Sindang, Indramayu, dalam membentuk generasi cerdas yang berakhlak mulia melalui pembiasaan rutin yang bermakna.
Sebagai salah satu lembaga pendidikan unggulan di Kecamatan Sindang, RA Al-Washliyah mengintegrasikan literasi dasar dengan nilai-nilai keislaman dan kebangsaan. Upaya RA Al-Washliyah dalam mencetak generasi unggul ini mendapat perhatian khusus dari Kantor Kementerian Agama Kabupaten Indramayu. Dalam kunjungannya, Kepala Seksi Pendidikan Madrasah (Kasi Penmad) Kemenag Indramayu, H. Slamet Edi, meninjau langsung efektivitas program pembiasaan yang diterapkan di sekolah tersebut pada Rabu (1/4/2026).
"Kami sangat mengapresiasi inovasi dan konsistensi RA Al-Washliyah dalam membentuk kemandirian siswa. Pendidikan di tingkat RA adalah fondasi awal, dan apa yang dilakukan di sini, mulai dari penguatan literasi hingga nilai keagamaan, sudah sangat sejalan dengan visi misi Kemenag dalam melahirkan generasi yang unggul dan berakhlakul karimah," tegas H. Slamet Edi.
Setiap hari, siswa diajarkan untuk menjalankan rutinitas yang dirancang untuk menyeimbangkan aspek spiritual dan nasionalisme. Wali Kelas A1, Demita Pramesti mengungkapkan bahwa pembelajaran tidak hanya pada literasi dasar tetapi pembentukan karakter, nasionalisme dan pengembangan spiritual yang diajarkan sejak dini.
“Pada hari Senin, kegiatan dimulai dengan upacara bendera sebagai wujud pengenalan nilai kenegaraan. Memasuki hari Selasa, fokus beralih pada pembelajaran huruf hijaiyah dan Iqra, disusul mengaji bersama pada hari Jumat, serta pengenalan huruf abjad pada hari Sabtu,” ujar Demita.
Lebih lanjut Ia menjelaskan bahwa keberagaman kegiatan ini bertujuan untuk menggali potensi siswa dari berbagai sisi.
"Kami menyediakan berbagai ekstrakurikuler seperti drumband, mewarnai, menggambar, angklung, hingga menari. Selain itu, ada pendalaman keagamaan sejak dini melalui hafalan hadits, surat-surat pendek, dan juz 30," terang Demita.
Prinsip utama yang diusung sekolah ini adalah menjadikan sekolah sebagai laboratorium karakter. Kemandirian tidak diajarkan sebagai teori, melainkan dipraktikkan melalui interaksi harian agar siswa terbiasa mandiri tanpa harus selalu bergantung pada orang dewasa.
Wakil Kepala Sekolah RA Al-Washliyah, Linda Firgianti, menegaskan bahwa pola pembiasaan ini merupakan investasi jangka panjang bagi masa depan anak.
"Pembiasaan dilakukan agar siswa selalu mandiri, baik di sekolah maupun di luar sekolah. Oleh karena itu, siswa kami latih mandiri sejak dini agar mereka siap menghadapi jenjang pendidikan selanjutnya dengan karakter yang kuat," ujar Linda.
Melalui pendekatan yang menyenangkan dan bermakna, RA Al-Washliyah terus berkomitmen memberikan layanan pendidikan yang komprehensif. Dengan memadukan kecerdasan intelektual, kreativitas, dan penguatan nilai keagamaan, sekolah ini optimis dapat mencetak generasi yang cinta tanah air dan teguh dalam prinsip Islami.

Tidak ada komentar
Posting Komentar