Panitia Nasional Muktamar XXIII Al Washliyah Undang PW se-Indonesia Bahas Draf AD/ART

Bagikan : X

 

JAKARTA — Panitia Nasional Muktamar XXIII Al Jam’iyatul Washliyah mengundang Pengurus Wilayah Al Jam’iyatul Washliyah se-Indonesia untuk mengikuti rapat secara daring melalui Zoom pada Sabtu, 23 Mei 2026, pukul 16.00 WIB sampai selesai.

Rapat tersebut digelar dalam rangka persiapan penyelenggaraan Muktamar XXIII Al Washliyah. Salah satu agenda utama yang akan dibahas adalah usulan draf Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga atau AD/ART organisasi.

Dalam surat undangan bernomor 014/PAN.MUK-AW/XXIII/V/2026 tertanggal 20 Mei 2026 M atau 4 Dzulhijjah 1447 H, panitia Steering Committee meminta seluruh Pengurus Wilayah Al Washliyah se-Indonesia hadir dan berpartisipasi dalam pembahasan agenda tersebut.

Dr. H. Dedi Iskandar Batubara, Ketua Panitia Nasional Muktamar XXIII Al Jam’iyatul Washliyah menyampaikan bahwa rapat ini menjadi bagian penting dari proses persiapan Muktamar XXIII Al Washliyah, terutama dalam merumuskan dan menyiapkan bahan pembahasan organisasi.

“Sehubungan dengan rencana penyelenggaraan Muktamar XXIII Al Washliyah, maka dengan ini panitia Steering Committee mengundang saudara untuk hadir dalam rapat melalui Zoom,” ungkap Dedi Iskandar Batubara.

Selain pembahasan kelembagaan melalui draf AD/ART, Muktamar XXIII Al Washliyah juga akan menempatkan gerakan ekonomi umat sebagai salah satu perhatian utama. Ketua Umum PB Al Jam’iyatul Washliyah KH Masyhuril Khamis menyampaikan bahwa penguatan ekonomi umat penting dilakukan karena lemahnya kondisi ekonomi dikhawatirkan dapat memengaruhi keteguhan akidah masyarakat.

Secara tidak langsung, KH Masyhuril menegaskan bahwa pembinaan umat tidak cukup hanya dilakukan melalui penguatan akidah dan akhlak. Organisasi Islam juga perlu memberi perhatian serius pada kemandirian ekonomi agar umat memiliki daya tahan menghadapi tantangan zaman.

“Kita harus membenahi umat kita, membentengi umat kita,” kata KH Masyhuril Khamis (8/5/2026).

Salah satu langkah yang akan didorong adalah memasukkan pendidikan kewirausahaan di sekolah-sekolah Al Washliyah. Menurut KH Masyhuril, pola pikir entrepreneur perlu ditanamkan kepada peserta didik agar mereka memiliki bekal kemandirian ekonomi setelah lulus sekolah.

“Al Washliyah punya sekolah, nanti entrepreneur kita jadikan muatan lokal,” ujar KH Masyhuril.

Dengan demikian, Muktamar XXIII Al Washliyah tidak hanya menjadi forum konsolidasi organisasi, tetapi juga ruang strategis untuk merumuskan arah gerakan keumatan. Pembahasan AD/ART melalui rapat Steering Committee menjadi bagian dari penguatan tata kelola organisasi, sementara agenda ekonomi umat menjadi ikhtiar Al Washliyah dalam memperkuat kemandirian dan ketahanan umat. 

Tidak ada komentar

Posting Komentar