Memahami Hakikat Manusia: Mengelola Sifat 'Khata' dan Nisyan' dengan Saling Memaafkan

Bagikan : X

 

 JAKARTA – Manusia diciptakan sebagai makhluk yang tidak sempurna dengan dua sifat alami yang melekat, yakni khata’ (sering melakukan kesalahan) dan nisyan (lupa). Dalam tausiyahnya, H. Abdullah Husin Parinduri menekankan bahwa menyadari fitrah manusia ini menjadi kunci utama untuk menumbuhkan sikap pemaaf dalam kehidupan sehari-hari.

Menurut H. Abdullah Husin Parinduri, ketika seseorang tersakiti oleh perilaku atau perkataan orang lain, tindakan yang paling mulia dan mencerminkan orang bertakwa adalah dengan membuka pintu maaf, bukan memelihara dendam. Beliau menjelaskan bahwa Islam sangat menganjurkan umatnya untuk mampu menahan amarah dan memberikan maaf, sebagaimana yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW.

"Orang yang bertakwa itu harus mampu membuka pintu maaf yang seluas-luasnya di dalam hatinya. Karena Allah Subhanahu wa Taala sangat menyenangi dan mencintai orang-orang yang memberi maaf kepada orang lain," ujar H. Abdullah Husin Parinduri .

Ia menambahkan bahwa memaafkan bukanlah sebuah kehinaan, melainkan langkah untuk mengangkat derajat kemuliaan seseorang di sisi Allah SWT. Selain mendapatkan pahala yang berlipat ganda, sikap pemaaf juga menjadi solusi terbaik dalam perselisihan serta mendatangkan ketenangan batin yang positif bagi kesehatan mental. Diharapkan, pemahaman akan sifat dasar manusia ini dapat memotivasi umat untuk selalu memperbaiki diri, mendekatkan diri kepada Allah, dan mempererat tali silaturahim antar sesama.

Tidak ada komentar

Posting Komentar