Menjaga Semangat Ibadah: Mengapa Istiqomah Pasca-Ramadhan Menjadi Kunci Keberkahan

Bagikan : X

 

Bulan Ramadhan seringkali menjadi momentum transformasi spiritual bagi umat Muslim. Namun, tantangan sesungguhnya muncul setelah bulan suci berakhir, yakni menjaga ritme ibadah tetap stabil. Dalam tausiyah KH. Iskandar Mirza di kanal resmi PB Al Washliyah, ditekankan bahwa keistiqomahan dalam menjalankan amal saleh pasca-Ramadhan merupakan tolok ukur utama diterimanya ibadah seseorang selama bulan suci.

Dalam ceramah tersebut, disampaikan bahwa puasa, shalat malam, tilawah Al-Qur'an, dan sedekah yang dilakukan secara konsisten selama Ramadhan adalah bentuk pendidikan karakter yang seharusnya tidak terputus begitu saja. Umat diingatkan untuk tidak menghentikan kebiasaan baik tersebut, melainkan menjadikannya sebagai fondasi kehidupan sehari-hari agar tetap menjadi pribadi yang kuat di hadapan Allah.

Menekankan pentingnya konsistensi, penceramah mengingatkan bahwa dalam Islam, kualitas amal bukan hanya dilihat dari kuantitasnya, melainkan keberlanjutannya:

"Karena amal dalam Islam itu alat ukurnya adalah adwamuha wainqalla. Dia dawam, dia terus istiqomah, berkelanjutan sampai walaupun sedikit itu yang terpenting sebenarnya, karena amaliah yang menjadi roh kita nantinya yang akan menjadi pembela kita di kubur maupun di akhirat kelak adalah amal yang istiqomah." ungkap KH. Iskandar Mirza

 

Tidak ada komentar

Posting Komentar